Syarat Wajib Rukun Haji Mabrur Menurut Sunnah Khazzanah tour

Mengetahui Penjelasan Perbedaan Syarat, Rukun, Wajib Dan Sunnah Hajji Agar mendapatkan Haji Mabrur Dengan Pelaksanaan Ibadah Sesuai Sunnah Rasulullah


Paket Umroh Promo Khazzanah Tour

Jadwal Paket Umroh Promo

Jadwal Paket Umroh Promo Khazzanah Tour Paket Umroh Desember 2017 Direct Madinah Jadwal Paket Umroh Desember 2017

Syarat Wajib Rukun Haji Mabrur Menurut Sunnah

Mengetahui Syarat, Rukun, Wajib Dan Sunnah Hajji Agar mendapatkan Haji Mabrur Sesuai Tuntunan Rasulullah supaya apa yang dilaksanakan tidak sia-sia.
Ibadah Haji adalah ibadah yang termasuk kedalam rukun Islam dan wajib dijalankan oleh umat muslim ( pemeluk agama Islam ) dan dalam banyak keterangan dalam Hadist diterangkan bahwa barang siapa yang melaksanakan Haji Mabrur Syurgalah balasan nya . Tetapi bagaimana cara pelaksanaan nya yang Sesuai Sunnah Rasulullah agar mendapatkan Kriteria Haji Mabrur.

Ibadah Haji termasuk salah satu ibadah yang cukup berat untuk dilaksanakan, dari manasik nya sendiri maupun dari jalan yang harus dilalui untuk bisa melaksanakan nya, dari persiapan Baik secara finansial, Kesehatan, maupun juga waktu dimana pengaturan quota Haji mengharuskan setiap orang yang ingin melaksanakan nya harus rela antri. meskipun Ibadah Haji menjadi salah satu rukun dalam agama islam yang harus ditunaikan dimana rukun ini menjadikan kesempurnaan islam seseorang jadi jika ada muslim yang tidak mengerjakan salah satu rukun yang ada maka tidak sempurna agamanya, tetapi untuk Ibadah Haji ada catanan “Jika Mampu” dan ini menjadi barometer jatuh nya hukum wajib untuk melaksanaan ibadah Haji bagi seorang muslim.

Syarat Wajib Haji Bagi Muslim

Syarat jatuh nya hukum wajib bagi Muslim jadi jika poin-poin dibawah ini ada pada anda maka Anda Wajib untuk menunaikan Hajji , diantaranya :

  • Beragama Islam

    Haji adalah domain umat Muslim yang diwajibkan hanya untuk pemeluk agama Islam, meskipun sejarah ibadah ini dimulai dari zaman nabi Ibrahim dan pada zaman jahiliyyah ada yang melaksanakan manasik Haji seperti tawaf tetapi pelaksanaan nya berbeda dan juga mereka bukan lah muslim, dan sempurna nya manasik Haji saat ini adalah sejak zaman Rasulullah. Disamping itu untuk apa non muslim melaksanakan Hajj dan bagaimana mungkin mereka melaksanakan nya sedangkan pelaksanaannya di tanah Haram yang kita ketahui bahwa haram bagi non muslim berada disana.

  • Baligh

    Dari asal kata yang berarti sampai / telah sampai / dalam pengertian dalam Fiqih sampai nya batas ukuran usia anak-anak memasuki usia terkena hukum, dalam Islam baligh menjadi acuan bahwa anak-anak sudah memasuki masa dewasa, sudah bisa membedakan antara baik dan buruk.
    Pertanda Balighnya seorang anak tidak dilihat dari berapa usianya, tetapi untuk anak perempuan ditandai dengan menstruasi, dan untuk anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah.
    Jika ada anak meskipun usia nya masih delapan tahun tetapi sudah mengalami salah satu dari dua hal itu berarti mereka sudah harus melaksanakan ibadah wajib yang harus di kerjakan, dan berdosa jika meninggal kan nya, berbeda dengan anak-anak yang belum terkena hukum wajib.
    Maka dari itu baligh menjadi syarat utama dalam jatuh nya banyak hukum dalam ilmu fiqih seperti sholat, puasa, dan lain nya, jadi tidak wajib bagi anak anak yang belum baligh untuk mengerjakan ibadah ibadah di atas begitu juga dengan kewajiban Haji

  • Berakal

    Setelah beragama Islam dan baligh Syarat Wajib Haji selanjut nya adalah berakal tentunya dalam hal ini adalah berakal sehat atau tidak gila, tentunya hanya orang yang memiliki akal sehat yang bisa membedakan antara baik dan buruk. jadi tidak wajib bagi orang yang hilang akal atau gila untuk melaksanakan Haji juga dengan ibadah lain yang dalam syarat nya mengharuskan berakal untuk menjatuhkan hukum wajib nya. Teringat candaan ustadz yang tidak mau melaksanakan kewajiban agama / rukun Islam ” jika tidak mau sholat,
    Puasa, Haji makanya jadi orang gila aja ….” he.. he… he…
    lucu juga tetapi cukup mengena.

  • Merdeka

    Merdeka dalam artian bisa / bebas melaksanakan apa saja yang tidak melanggar hak orang lain, dan tidak mempunyai resiko jika melaksanakan nya.
    Di Zaman Rasulullah yang mana perbudakan masih ada maka seorang budak tidak berkewajiban untuk menunaikan Ibadah Haji, dikarenakan pada saat itu setiap budak harus mendapatkan izin dari tuan nya untuk melakukan sesuatu dan jika melakukan sesuatu yang tidak di senangi oleh tuan nya tidak jarang seorang budak mendapatkan hukuman.
    Pada zaman modern saat ini di negara-negara yang tidak merdeka secara utuh yang untuk keluar masuk negaranya saja mereka tidak bebas, tentunya mereka juga tidak memenuhi poin merdeka dalam Syarat Wajib Haji.

  • Mampu

    Dalam lima hukum Islam yang diwajibkan pelaksanaan nya bagi setiap pemeluk agama Islam yang baligh, berakal dari Syahadatain, Sholat, Puasa, Zakat hanya Ibadah Haji yang ada catatan “MAMPU” dalam kewajiban pelaksanaan nya, jadi hanya orang yang mampu yang berkewajiban menunaikan Haji, dan barang siapa yang tidak mampu maka mereka tidak berkewajiban melaksanakan Hajj.
    Kemampuan apa saja yang membuat seseorang terkena Hukum Wajib Haji

    1. Kemampuan Financial
      Kemampuan secara financial memang menjadi hal yang cukup penting bagi orang yang ingin melaksanakan Ibadan Haji dikarenakan memang sejak zaman dahulu di kala Rasulullah Masih ada bagi muslim yang tinggal jauh dari Haramain jika mereka ingin pergi ke Makkah untuk melaksanakan Hajj sangat banyak biaya yang dibutuhkan dalam perjalanan tersebut dan mungkin lebih mahal dibanding Biaya Haji Saat ini, karena pada zaman dahulu belum ada kendaraan yang melaju dengan cepat, transportasi masih sangat tradisional jika menempuh jalur darat di tengah gurun pasir maka orang harus mengendarai unta karena hanya unta satu satunya binatang yang mampu menempuh jarak jauh di tengah gurun yang sangat sulit mendapatkan air. Dengan waktu tempuh yang sangat lama tentunya akan memakan biaya yang sangat besar, ditambah lagi dengan biaya yang harus dipersiapkan untuk keluarga yang ditinggalkan dalam perjalanan Haji.
    2. Kemampuan Fisik
      Kemampuan selanjut nya adalah kemampuan fisik, jadi muslim yang sakit parah sejak lama hingga tidak mampu beraktifitas tidak terkena Syarat Wajib Haji, dan jika seseorang itu sudah sehat kembali maka Haji dilaksanakan nya.
      Kesehatan memang nikmat Allah yang sangat besar bagi hambanya, hingga

Setelah semua Syarat Wajib Haji ada pada seseorang maka wajib bagi nya untuk melaksanakan Ibadah Hajj.
Siapapun orang yang mengerjakan suatu ibadah pastilah menginginkan amalan nya di terima Allah subhanahu wataala, dan untuk mewujudkan keinginannya ini tak ada cara lain selain berusaha sebaik mungkin untuk menyempurnakan apa yang dilakukan dengan baik, dan Sebagai umat Muslim kita harus mengikuti apa-apa yang dicontohkan Rasulullah, maka dalam melaksankana Ibadah Haji kita harus melaksanakan nya Sesuai Sunnah agar mendapatkan Haji Mabrur.
Untuk itu sudah seharusnya kita mempersiapkan Perjalanan Haji kita dengan sebaik mungkin dimulai dengan mencari tau apa-apa saja yang harus dilaksanakan terutama Rukun Haji karena jia ada diantara rukun yang tidak dilaksanakan maka Haji yang dikerjakan tidak sah dan tidak bisa digantikan dengan Dam dan bagaimana Bisa mendapatkan Haji Mabrur jika tidak sah.

peta haji rukun wajib Sunnah

peta haji rukun wajib yang harus dilaksanakan sesuai Sunnah

Rukun Haji Yang Harus Ditunaikan Demi Predikat Mabrur

  • Ihram

    Ihram merupakan kegiatan awal sebagai pembuka yang dilakukan sebelum melaksanakan Ibadah Haji dan juga Umroh. Tata cara pelaksanaan dimulai dengan pengucapan niat, memakai pakaian ihram di batas miqat, mandi sunnah, berwudhu, dan membaca talbiah.

  • Thawaf

    Kegiatan Thawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dan dimulai dari Rukun Hajar Aswad yang diawali dengan kegiatan jalan pelan hingga berlari kecil. Setiap putaran, Anda bisa mencoba mencium Hajar Aswad atau melambaikan tangan ke atas.
    Thawaf Ifadah
    Thawaf Ifadah adalah thawaf yang dilakukan ketika Jamaah sudah selesai melakukan semua Rukun Haji dan berniat kembali ke daerah asal. Setelah melakukan beragam kegiatan diatas, dapat dikatakan ibadah yang dilakukan sudah sempurna. Bagi sebagian orang, Jamaah yang sudah selesai melaksanakan Rukun Haji dapat dikatakan sebagai Haji mabrur. Namun Jamaah juga perlu tahu, kriteria sebenarnya dari ibadah Haji mabrur menurut sunnah. Berikut adalah criteria seseorang bias dikatakan Haji mabrur.

  • Sa’i

    Kegiatan ini dilakukan dengan berlari-lari kecil diantara bukit shafa dan marwah sebanyak tujuh kali. Kegiatan ini untuk mengingatkan kita akan kuasa Allah SWT yang akan memberikan kebaikan berlimpah ketika kita berpasrah diri kepadaNya.

  • Wukuf di Arafah

    Wukuf adalah kegiatan ibadah yang wajib dilakukan 9-10 Zulhijah, dimulai dari waktu tergelincirnya matahari hingga terbitnya fajar yang diselingi dengan ibadah jamak taqdim dan jamak qashar, doa, dzikir, dan membaca AlQur’an.

  • Mabit di Mina

    Kegiatan mabit adalah kegiatan melempar jumrah atau batu kerikil sebanyak 7 buah yang dilakukan di bukit Awabah, Ula, dan Wustha. Kegiatan ini umum dilakukan pada 11, 12, 13 Zulhijjah. Kegiatan ini sebagai simbol penghormatan kepada Nabi Ibrahim AS yang saat itu mengusir setan saat dirinya hendak menyembelih Nabi Ismail AS.

  • Tahallul

    Kegiatan ini adalah kegiatan mencukur rambut setelah melaksanakan semua rangkaian ibadah Haji dengan makna penyucian diri.

  • Tertib

    Tertib dalam banyak ibadah mahdah menjadi salah satu rukun yang harus dilaksanakan dan didalam tuntunan nya tertib berarti rukun yang dilaksanakan harus dilaksanakan dengan teratur Sesuai Sunnah dan tidak bisa di acak semau kita, seperti wukuf Arafah yang waktunya sudah ditentukan jadi jika dilaksanakan dengan tidak tertib sesuai ketentuan nya maka apa yang dilaksanakan menjadi batal.

Selain Rukun Haji masih ada Wajib Haji yang mana Perbedaan nya adalah.
Jika Rukun Haji ada yang ditinggalkan maka Haji nya tidak sah, tetapi jika meninggalkan Wajib Haji maka Hajji nya masih Sah tetapi harus membayar Dam atau denda.

Wajib Haji

  • Ihram di tempat miqat

    Mengambil Miqot saat berihroh sudah menjadi ketentuan yang harus dilakuka bagi orang yang ingin Umroh Dan Haji akan tetapi jika berihroh tidak dimulai dari Miqot maka Pelaksanana Haji masih bisa meneruskan Haji nya dengan Membayar Dam

  • Mabit di Muzdalifah

    Mabit berarti berdiam atau tinggal

  • Melontar Jamarot

    Jumroh Ula, Wustha Dan yang terakhir Aqabah dari sejarah nya jumroh ini berawal dari kisah nabi Ismail yang akan di potong oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah, dan setan menggoda semua keluarga ini bapak ( nabi Ibrahim ) Ibu ( Siti hajar ) dan anak ( nabi Ismail ) tetapi keteguhan iman mereka yang begitu kuat hingga tidak tergoda bujukan setan bahkan mengusir setan ini dengan menimpuk batu padanya, dan kisah ini lah yang menjadi awal sejarah pelemparan jamarot.

  • Mabit di Mina

    seperti saat di muzdalifah setiap jamaah haji juga wajib untuk mabit di mina

  • Tawaf wada’

    Tawaf wada’ atau towaf perpisahan sebelum meninggalkan tanah haram Makkah ini harus dilaksanakan dalam bmelaksanakan ibadah haji maupun Umroh

  • Menghindari Larangan saat Ihrom

    Setelah Berihrom maka setiap jamaah wajib untuk meninggalkan larangan – larangan yang tidak boleh dilakukan saat ihrom dan tentunya setiap jamaah harus mengetahui apa saja yang dilarang saat berihrom.

Beberapa hal penting yang harus dilakukan demi mencapai haji Mabrur

a. Ikhlas
Sebelum berangkat ke tanah suci, Jamaah perlu memiliki sifat ikhlas agar semua ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT. Sekembalinya dari tanah suci, jita juga harus tetap ikhlas untuk menjalani kehidupan dan tidak riya’ setelah mendapat gelar Haji.
b. Melaksanakan ibadah dengan rezeki yang halal begitupula sekembalinya dari tanah suci
Saat Jamaah ingin melaksanakan ibadah Haji, pastinya ibadah tersebut dilakukan dengan memakai rezeki yang halal. Tak hanya itu, ketika Jamaah sudah kembali dari tanah suci pun, diharapkan untuk selalu mencari rezeki yang halal untuk mendapat ridho dariNya.
c. Menjauhi segala jenis laranganNya
Ketika akan melakukan ibadah Haji, Jamaah perlu menjauhi semua laranganNya untuk mendapat pengampunan Allah SWT dan sekembalinya dari tanah suci, hal tersebut tetap harus dilakukan untuk mendapat ridho dariNya.
d. Berakhlak mulia
Sekembalinya dari tanah suci, ibadah yang dilakukan akan selalu mendapat ridho dari Allah SWT karena ibadah tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Akhlak mulia tersebut juga disertai dengan sikap mulia lain yang menjauhkan diri dari laranganNya.
e. Mengagungkan syi’ar
Saat melakukan ibadah dan setelahnya, hendaklah Jamaah selalu berdiri di jalan Allah dan menegakkan syariat agama Islam. Setelah kembali dari tanah suci, Jamaah bisa lebih memperbanyak takbir, tasbih, tahmid, serta shalawat.
Setelah menyimak informasi diatas, yang harus Jamaah lakukan hanya mencari lembaga travel Haji umroh terbaik yang bisa membantu perencanaan dan pelaksanaan Haji. Setelah menemukan lembaga travel tour yang berkualitas, Anda bisa menanyakan dan mempersiapkan beberapa hal berikut.
More Info Khazzanah Tour