Tata Cara Umroh Yang Benar Menurut Sunnah Lengkap Khazzanah tour

Tata Cara Umroh Lengkap Menurut Sunnah Rasul Yang Benar, Menghindari Larangan Dalam Ihrom Dan Meluruskan Niat Demi Ibadah Yang Sempurna


Paket Umroh Promo Khazzanah Tour

Jadwal Paket Umroh Promo

Jadwal Paket Umroh Promo Khazzanah Tour Paket Umroh Desember 2017 Direct Madinah Jadwal Paket Umroh Desember 2017

Tata Cara Umroh Yang Benar Menurut Sunnah Lengkap

Umroh adalah kegiatan ibadah yang serupa dengan ibadah haji karena memang juga Pengertian Syarat Wajib Rukun Haji
berbeda dengan Umroh, namun dengan waktu pelaksanaan yang bisa dilakukan kapanpun. Dalam pelaksanaannya juga manasik Tata Cara yang dilakukan dalam ibadah Umrah tidak sebanyak manasik haji. Tata Cara Umroh yaitu Niat, Ihrom, Thawaf, Said an ditutup dengan Tahallul, Untuk lebih jelasnya, para Jamaah bisa membaca artikel ini berikut ini.

Rangkaian Tata Cara Umroh Lengkap

Ummat Islam indonesia yang melaksanakan Ibadah Umrah yang mengikuti Program dari yang diadakan Travel Penyelenggara biasanya Paket yang ditawarkan dari sembilan sampai tiga puluh hari, untuk Paket Umroh Desember regular sembilan hari biasanya jamaah akan diajak mengunjungi masjid Nabawi yang berada di kota madinah, selama tiga hari berada disana jamaah akan diajak untuk banyak beribadah di masjid termulia kedua setelah Al haram ini, juga akan di ajak ziarah ke maka Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan juga dua sahabatnya yaitu Abu Bakar Siddiq dan Umar Bin Khattab dan Ke Roudoh ( area antara Mimbar dan rumah Rasulullah ) yang masih berada dalam komplek Masjid Nabawi, tentunya jamaah tidak ingin melewatkan kesempatan besar untuk bisa berdoa di tempat Maqbul ini, banyak nya orang yang ingin berdoa dan sholat di roudoh ini maka tidak ada Cara lain untuk masuk kesana selain dengan Cara mengikuti antrian. Selanjutnya kita dia ajak city tour ziarah ke makanm Baqi, museum Asmaul Husna dan lain nya.
Setelah tiga hari berada di madinah barulah kita akan diajak menuju Makkah untuk melaksanakan Umroh, sebelum mencapai tanah haram Makkah kita akan diajak untuk mengunjungi masjid Bir Ali untuk mengambil Miqot, Niat Umroh dan BerIhrom, dari sini lah dimulainya runtutan kegiatan dalam Tata Cara Umroh dimulai sebelum nya ada baik nya anda membaca .

Tata Cara Niat Dalam Umroh

Niat adalah ruh dalam setip amal karna dengan nya sebuah amal perbuatan ditentukan nilai nya bahkan sebelum amal itu dilakukan, amalan Mubah akan bernilai ibadah jika diniatkan untuk ibadah pun demikian sebaliknya amal Ibadah Bisa sia sia jika salah niat nya.
Sebelum melakukan apa yang ada dalam Tata Cara Umroh setiap orang harus meluruskan niat nya agar Umroh yang dilaksanakan tidak sia sia hanya membuang tenaga dan materi tentunya siapapun tidak menginginkan Umroh yang dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang lumayan dan membutuhkan tenaga dan meluangkan waktu tetapi semuanya hanya sia-sia.
Sebelum nya penulis meminta maaf, bukan maksud untuk menggurui tetapi hanya berusaha untuk saling mengingatkan. Jamaah harus mengucapkan niat terlebih dahulu, yaitu “Labbaika Allahumma Umrotan” .

Tata Cara Ber Ihrom Sebelum Umroh

Ihrom dalam arti bahasa mengharamkan dalam pengertian mengharamkan diri dari hal halal yang diharamkan untuk dilakukan pada saat Berihrom melaksanakan ibadah Haji atau Umroh.

Larangan saat sedang Ber Ihrom
  • Mencukur atau mencabut dari semua anggota tubuh.
  • Menggunting kuku pun jika dilakukan dengan menggigit kuku.
  • Menutup kepala dan menutup wajah bagi perempuan.
  • Mengenakan pakaian berjahit juga mengenakan Handuk yang berjahit untuk menutupi aurat saat derada di kamar mandi.
  • Menggunakan harum-haruman juga mggunakan sabun yang berpewangi disaat mandi maupun saat mencuci tangan.
  • Memburu, membunuh atau menyembelih hewan darat yang halal dimakan.
  • Melakukan khitbah dan juga melkukan akad nikah.
  • Jima’ (hubungan intim).
  • Mencumbu istri.

Memang seemua itu akan di terangkan oleh mutowwif yang membimbing anda dalam perjalanan Umroh atau anda juga bisa bertanya, tetapi tidak ada salahnya jika anda mencari tau dan mempelajari nya dari artikel Larangan Saat Ihrom dalam Tata Cara Umroh Lengkap ini.
Saat mengambil Miqot ( batas tempat sebelum memasuki kota haram untuk beribadah Haji dan juga Umroh ), setelah itu jamaah sudah bisa memasuki kota haram Makkah untuk melanjutkan manasik selanjutnya.

Dari Bir Ali jamaah akan dibawa menuju kota haram Makkah, setelah memasuki kota suci ini kita akan antarkan ke hotel untuk check in dan beristirahat setelah lelah perjalanan dari madinah ke Makkah yang memang cukup jauh dengan jarak tempuh menggunakan Bus sekitar enam jam, tak lupa biasanya pembimbing akan menentukan waktu untuk Thawaf bersama di Al haram.

Tata Cara Thawaf Disaat ber Umroh

Thawaf memiliki makna keinginan dari Jamaah untuk dilihat dan didengar Allah. Kegiatan ini dilakukan dengan Cara mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali di Masjidil Haram dimulai dari Rukun Hajar Aswad ( sudut ka’bah yang terdapat hajar aswad ) jika dimulai setelah rukun hajar aswad maka putaran pertama nya tidaklah sah.

Ketika Jamaah melakukan ibadah ini, Jamaah disyaratkan suci dari hadas besar dan hadas kecil. Pertama, Jamaah cukup berlari-lari kecil dan apabila tidak memungkinkan, Jamaah bisa melakukan ibadah Thawaf dengan Cara berjalan cepat pun jika tidak memungkinkan maka cukup berjalan mengikuti arus saja dikarenakan memang ramai nya jamaah Umroh di seputaran Ka’bah dan orang yang melakukan Thawaf sunnah tidak memungkinkan kita untuk berlari. Saat Thawaf, hendaknya Jamaah juga melakukan Istilam atau mencium dan mengusap Hajar Aswad dan jika memang tidak memungkinkan maka cukup dengan melambaikan tangan disaat berada di Rukun Hajar Aswad pada setiap putaran. Dalam hal ini, berdoalah untuk selalu dimudahkan oleh Allah SWT dan juga banyak ber Istighfar.
tata cara umroh towaf

Tata Cara Sa’I Dalam Ibadah Umroh

Tata Cara Umroh selanjut nya adalah melakukan Sa’i yaitu berlari kecil sebanyak 7 kali dari bukit Safa ke bukit Marwah dengan perhitungan saat dari bukit safa menuju bukit marwah dihitung satu kali dan dari bukit marwah ke bukit safa juga dihitung satu kali dan akan berakhir di bukit Marwah, diantara kedua bukit itu ada area yang ditandai dengan lampu berwarna hijau dan saat berada di area hijau itu kita hendak nya mempercepat langkan atau berlari kecil hingga batas lampu hijau habis.

Ibadah ini diilhami dari keimanan Siti Hajar kepada Allah SWT dan ketaatan pada suaminya Nabi Ibrahim AS untuk tidak keluar dari lembah tempat Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan putranya Ismail, sebuah bentuk ketakwaan yang yang hanya dimiliki seorang hamba yang sangat beriman pada tuhan nya tanpa syarat, bagaimana keimanan seorang hamba yang mempercayai bahwa keputusan yang diambil suaminya untuk meninggalkan diri dan juga anak yang masih bayi di sebuah lembah tandus takbertuan, jika saja keimanan nya terkontaminasi logika pastilah ia tidak akan mau ditingalkan di lembah tandus itu, ya…. Logita berfikir seorang manusia akan memperhitungkan bagaimana ia akan bertahan hidup di lembah yang kering tandus berbatu itu hanya di temani seorang anak yang masih bayi.

Melaksanakan Sa’i pada ibadah Umroh di saat ini sudah difasilitasi dengan lantai marmer yang nyaman di pijak dengan suhu udara yang dibuat sejuk dengan pengatur suhu tanpa terkena sinar matahari, itupun kita akan merasa cukup lelah berjalan dan berlarian kecil sadi bukit Safa menuju bukit Marwah hingga tujuh kali bolak balik. Terbayang betapa lelah dan letih nya ibunda siti hajar disaat bolak balik bukit safa dan Marwah saat mencarikan air untuk Nabi Ismail kecil yang kehausan.

Ibadah Sa’i member pelajaran bagi seluruh umat islam bahwa kepasrahan diri kepada Allah SWT dengan segala ketentuan dan hukum yang diperintahkan pada hambanya harus dilaksanakan tanpa syarat dengan mengimani bahwa apa apa yang allah perintahkan adalah kebaikan yang bisa didapat oleh seorang hamba bagaimanapun perintah itu, dimana ketaqwaan dan kesabaran yang ditunjukkan Jamaah selama ibadah akan membawa kebaikan yang tidak terkira.

Tahallul Tata Cara Umroh Terakhir

Setelah selesai melakukan Sa’I di bukit Marwah jamaah akan bertahallul melakukan pemotongan rambut yang memiliki makna menyucikan diri dan membuang semua pikiran maupun perasaan negatif, dengan Cara memotong sebagian atau seluruh rambut maka selesailah Umroh yang dilaksanakan dan sudah terbebas dari larangan – larangan yang ada ketika berihrom yang berarti kita sudah bias melakukan hal-hal halal yang sebelum nya dilarang saat Ihrom.

Untuk ber tahallul kita tidak perlu khawatir atau repot – repot mencari barber shop karena di area bukit Marwah kita akan menjumpai banyak jamaah umroh dari berbagai Negara yang saling bergantian mencukuri saudara muslim lain nya, kita juga bisa meminta tolong pada mereka atau bahkan terkadang mereka menawari kita untuk dibantu dan jika anda melaksanakan Umrah bersama yang diadakan Travel Umroh ketua rombongan dan juga mutowwif akan selalu membantu anda.

Kita sering melihat orang yang pulang dari Haji dan juga Umroh menggunduli kepalanya sampai plontos dan ada juga yang tidak, sebenarnya apa yang mendasari ini jika tidak ada halangan untuk update selanjut nya kita akan membahas tentang ini.